images

3 daerah akan rasakan manfaat bendungan lambakan

SUDAH tidak terbantahkan lagi bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi umat manusia yang sangat vital. Selain  danau,  bendungan merupakan tempat kumpulan air. Bukan tanpa alasan kenapa kini pemerintah tengah mengupayakan kelestarian kekayaan alam ini karena disamping fungsi dan manfaatnya, danau maupun bendungan diyakini dapat menentukan kondisi bumi terutama dalam pengendalian ekosistem kedepan.

Dari data yang dirilis Ditjend Cipta Karya, setiap orang Indonesia memiliki kebutuhan air sebanyak 144 liter perhari, dan 45% dari jumlah itu digunakan untuk kebutuhan mandi. Sementara itu, tempat layanan umum memerlukan air sebanyak 16 ribu meter kubik per hari.

Sedangan manfaat untuk pertanian, dengan  tersedianya bendungan di lahan irigasi dapat meningkatkan kapasitas daya tanam di lahan tersebut, sehingga indeks penanaman (IP) bisa 3 kali dalam setahun. Hal itu menunjukkan bahwa betapa penting air bagi kehidupan manusia, sehingga danau/bendungan  memiliki peran yang sangat penting untuk menampung dan mengelola air bagi kehidupan kedepan.

Ada 10 manfaat bendungan, sebagai danau buatan manusia, bendungan menampung air dalam volume yang besar, mencukupi kebutuhan air bersih, pengendalian banjir, sumber irigasi, sebagai lokasi budidaya perikanan, tempat konservasi hewan dan  tumbuhan, mata pencaharian masyarakat sekitar, sebagai pembangkit Listrik Tenaga Air, dijadikan objek wisata dan sebagai sarana olah raga air.

Tidak  perlu diragukan lagi, pembangunan bendungan  Lambakan di Kecamatan Long Kali  memiliki banyak manfaat, tidak hanya akan sangat besar bagi warga Kabupaten Paser dan Kabupaten Panajam Paser Utara, tapi juga akan bermanfaat bagi  kota Balikpapan  yang akan menjadi  penyediaan air baku.

Untuk diketahui, Balikpapan sebagai kota pesisir dianggap masih mengkhawatirkan akan pasokan sumber daya air bersih di masa mendatang. Prediksi Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan masih memiliki ancaman pasokan sumber daya air baku. 

Dari kajian, Balikpapan akan  krisis air meski ada beberapa waduk telah dibangun. Berdasar hitungan PDAM Balikpapan, pasokan air yang mampu dihasilkan selama satu tahun di 2016 dari Waduk Manggar sebesar 1.160 liter per detik. Sedangkan di tahun 2017, produksi Waduk Manggar dan Waduk Teritip hanya mampu hasilkan produksi air sebesar 1.558 liter per detik.

Ada tiga tantangan yang dihadapi yang mengakibatkan krisis air bersih di kota Balikpapan, pertama, ketidakmampuan memenuhi sumber air, kedua lonjakan penduduk dan ketiga keterbatasan infrastruktur yang mapan.

Jika memang bendungan Lambakan ini terwujud,  tercatat sebagai bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat dan Waduk Jatigede di Sumedang, juga di Jawa Barat. 

Review LARAP Bendungan Lambakan menghabiskan anggaran senilai Rp 1,8 miliar dari APBD Kaltim 2017. Studi ini dikerjakan oleh PT Wahana Adya dari Malang. Sedangkan review DED sebesar Rp 6,25 miliar yang menggunakan APBD Kaltim 2016 juga dikerjakan oleh PT Teknika Cipta Konsultan.

Pembangunan bendungan Lambakan terletak di antara desa Muara Lambakan dan Kepala Telake, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. Proyek ini masuk dalam program pembangunan bendungan 2014-2019 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bendungan Lambakan tak sekadar mengairi lahan pertanian di Paser dan PPU. Namun, menjadi sumber air bersih dengan kapasitas produksi 14.579 liter per detik. Selain itu, bendungan juga dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Air dengan kapasitas daya sekira 17 megawatt (MW).

 Dari desai perencanaan, tinggi bendungan Lambakan rencananya setinggi 72 meter, dengan luas waduk 7.795 hektare dengan daya tampung air sebesar 718,63 juta meter kubik, yang mampu mengairi 16 ribu lebih hektare lahan pertanian di dua Kabupaten, dengan kapasitas produksi air 14.579 liter per detik. Selain itu keberadaan bendungan juga dapat dimanfaatkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan daya 17 megawatt.

 Selain pemanfaat pengairan dan PLTA, Bendungan Lambakan juga bakal menjadi pengendali banjir. Dan jika itu terwujud, maka akan bisa  meriduksi banjir kurang lebih 30 persen berdasarkan desain perencanaan.

Perencanaan pembangunan bendungan Lambakan sudah dilakukan  20 tahun lalu. Proyek bendungan yang akan  merelokasi dua desa di Kecamatan Long Kali, yakni Muara Lambakan dan Kepala Telake, direncanakan  menelan anggaran tidak kurang dari Rp 4 triliun.

 Rencana pembangunan bendungan Lambakan yang  sebelumnya Pemprov Kaltim telah menetapkan delapan kawasan strategis provinsi di antaranya kawasan industri pertanian Paser dan PPU, yang mana perlu dilakukan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung kawasan, sekaligus pengoptimalan pemanfaatan  DAS  Telake seluas 3.187 kilometer persegi dengan panjang sungai utama 165 kilometer. (***)

 

SUMBER : http://humas.paserkab.go.id/


TAG

Dipost Oleh Ppid

PPID Kab. Paser

Tinggalkan Komentar